Sabtu, 23 Januari 2016

TUGAS EKONOMI KOPERASI
TENTANG KOPERASI

 A.    RUMUSAN MASALAH
1.      Apa yang dimaksud dengan koperasi?
2.      Bagaimana dengan tujuan koperasi?
3.      Bagaimana dengan prinsip koperasi?
4.      Bagaimanakah koperasi sesuai dengan wawancara yang telah dilakukan?

 B.     TUJUAN
1.      Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah softskill ekonomi koperasi
2.      Untuk mengetahui peran koperasi sebagai badan hokum
3.      Untuk lebih memperkenalkan badan usaha koperasi setingkat mahasiswa

 C.     PENGERTIAN KOPERASI DAN UKM
Kata koperasi sangat familiar di kalangan masyarakat. Koperasi dapat diartikan sebagai badan usaha yang menaungi anggotanya dalam aspek perekonomian yang bertujuan mendapatkan kesejahteraan bersama. Pelaksanaannya berdasarkan prinsip koperasi dan berasaskan kekeluargaan. Badan usaha ini pun berkembang pesat berkat pengelolaan dan manajemen yang baik sehingga cukup mempengaruhi banyak orang dan organisasi, di antaranya Boedi Oetomo dan SDI. Hari koperasi Indonesia ditetapkan pada 12 Juli 1947. Adapun modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri meliputi simpanan pokok yang wajib dibayarkan anggota saat pertama kali mendaftar menjadi anggota. Simpanan wajib yang dibayarkan selama ia menjadi anggota koperasi, simpanan khusus yang terdiri dari simpanan sukarela (dapat diambil kapan saja), simpanan qurba, dan deposito berjangka.
Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan sebuah istilah yang mengacu pada usaha berskala kecil yang memiliki kekayaan bersih maksimal sekitar Rp 200.000.000, belum termasuk tanah dan bangunan. UKM merupakan salah satu contoh dari badan usaha perseorangan dimana didirikan dan dimiliki oleh satu orang saja. Menurut Keputusan Presiden RI No. 99 tahun 1998, UKM merupakan kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dimana tipe bidang usahanya bersifat heterogen serta perlu dilindungi oleh pemerintah untuk mencegah persaingan yang tidak sehat.
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.  Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah :
1.      Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
2.      Pengelolaan yang demokratis,
3.      Partisipasi anggota dalam ekonomi,
4.      Kebebasan dan otonomi,
5.      Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.
Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:
1.      Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
2.      Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
3.      Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha peranggota
4.      Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
5.      Kemandirian
6.      Pendidikan perkoperasian
7.      Kerjasama antar koperasi

Prinsip Koperasi berdasarkan UU No. 17 Th. 2012, yaitu:
1.      Modal terdiri dari simpanan pokok dan surat modal koperasi(SMK)

D.    HASIL WAWANCARA
Berikut ini adalah hasil dari wawancara kami dengan Ketua Koperasi Angkutan Depok, bapak H. Tukiyat :
1.      Apa alasan bapak mendirikan koperasi angkutan Depok ini?
Karena ingin membantu pemilik angkutan depok. Karena sebetulnya mereka sering “diperas” oleh orang-orang di jalanan. Misalnya saja adanya pungutan-pungutan yang terjadi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga mengurangi pendapatan yang diterima oleh sopir angkot tersebut.
  2.      Kapan kah tepatnya Koperasi Angkutan Depok ini terbentuk?
Koperasi angkuta Depok ini sebetulnya sudah berdiri sejak tahun 2011, sudah melakukan pengurusan dan melaporkan diri sebagai bada usaha koperasi pada kementrian, dan merekrut anggota. Namun, Koperasi Angkutan Depok ini mulai beroperasi sejak 13 april 2015 dikarenakan memang terkendala modal yang sedikit.
  3.      Berapakah jumlah anggota awal dari koperasi Angkutan Depok ini?
Pada awal terbentuk sesuai dengan undang-undang koperasi yang ada di Indonesia, awalnya anggota koperasi ini sebanyak 20 orang. Namun, sampai saat ini anggota kami sudah mencapai 48 orang.
  4.      Sampai saat nini sudah ada berapa cabang Koperasi Angkutan Depok?
Sampai saat ini kami memang belum ada cabang, dikarenakan barunya koperasi ini terbentuk dan mulai beroperasi pun tahun ini.
  5.      Berapakah biaya awal untuk menjadi anggota koperasi?
Untuk simpanan pokoknya kami patok sebesar Rp. 500.000,00 dapat dicicil sebagaimana kemampuan dari anggota tersebut. Dan untuk simpanan wajib minimal Rp. 100.000,00 untuk setiap anggota.
  6.      Apakah untuk menjadi anggota yang nantinya akan menggunakan angkutan perkotaan sebagai mata pencahariannya dikenakan biaya tambahan?
Tidak, untuk menjadi sopir dari angkutan perkotaan yang kita miliki tidak ada pungutan biaya sepeser pun, namun, untuk mendapat biaya sebagai modal kami memberikan administrasi berupa stiker yang akan ditempel pada angkutan kami, seragam dan buku tabungan masing-masing harganya Rp. 15.000,00 dan pihak kami hanya mengambil Rp. 5.000,00 untuk biaya lain-lain.
  7.      Bagaimana untuk pembagian sisa hasil usaha Koperasi Angkutan Depok ini?
Untuk pembagian sisa hasil usaha ini kita gantungkan pada rapat anggota nanti. Apakah akan dibagi sama rata antara anggota yang memiliki tabungan sedikit dan anggota yang tabungannya lebih banyak atau akan dibagi sesuai dengan persentase banyaknya tabungan peranggota.

NAMA ANGGOTA KELOMPOK            :

        1.      ADHUN RAHMAN                             ( 20214230 )
        2.      ARRIS PRIYO UTOMO                      ( 21214681 )
        3.      KUKUH PRASETYO                          ( 25214930 )
        4.      SYAHRI FADJRIN                              ( 2A214578)
        5.      VICKY ANDRIA RABBI                    ( 2C214019)

KELAS          :  2EB02



E.      




Kamis, 21 Januari 2016


Rosulullah Shallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda :“Doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa nabi terhadap umatnya .”(HR.Ad Dailami)

Ibu adalah orang tua kita. Maka sesungguhnya doa ibu untuk anaknya seperti doa nabi kepada Umatnya. Hal tersebut harus di yakini agar senantiasa mendapatkan doanya.Keyakinan inipun dapat memotivasi kita agar berbakti kepadanya.


Dalam sebuah hadits di sebutkan :
“ Seseorang datang kepada Rosulullah Shallahu ‘Alaihi wa sallam dan bertanya,”Wahai Rosul, siapakah orang yang paling berhak aku layani(patuhi)?” Rosulullah menjawab,”Ibumu!” ia bertanya lagi”Kemudian siapa lagi?”Rosulullah menjawab,”Ibumu!” ia bertanya lagi,”Siapa lagi?” Rosulullah menjawab,”Ibumu.” Ia bertanya lagi,”Kemudian siapa?” Rosulullah menjawab,”Bapakmu.”(HR.Bukhori-Muslim)
Tanpa mengesampingkan jasa ayah, dalam hadits di atas Rosulullah menyebut kata”Ibu” sebabnyak tiga kali.Ini berarti bahwa peran ibu sangat berjasa kepada anak-anaknya, meskipun ayahpun berjasa kepada kita.
Mengapa di dunia ini ibu adalah manusia yang paling mulia, setelah itu bapak? Apa yang menjadi alasan sehingga doa ibu menyimpan kekeramatan?
Pertama:
Ibu adalah sosok wanita yang luar biasa sehingga memiliki karomah dalam berdoa. Ibu sangat berjasa untuk membentuk generasi penerus.tentu saja peran ayah juga ikut mendukung.Namun ibu adalah orang yang paling dekat dengan anaknya.Pikirkan! Mulai dalam kandungan hingga lahir seolah-olah tak terpisahkan.
Ibu senantiasa mendampingi kita dengan sabar dan dengan tangannya yang lembut. Ia mengajari kita berjalan. Ia pun mengajari agar kita bicara. Ibu betul-betul wanita yang sabar betapapun sepanjang hari tingkah laku kita menjengkelkannya, namun ibu mau mengerti.kasih saying ibunda yang tulus ini tidak pernah terputus. Padahal kenakalan kita berulang-ulang.
Kedua:
Sembilan bulan ibu mengandung lalu melahirkan kita. Inilah yang dijadikan alas an mengapa doa ibunda menyimpan karomah.kata”Karomah” dapat dipahami membawa beban yang berat. Bayangkan sekian lama kesana kemari membawa janinnya. Bertambah bulan bertambah besar dan menyulitkan untuk bergerak. Di buat tidur susah di buat duduk pun pinggang terasa tidak nyaman. Namun karena Allah memberikan fitrah di dalam dirinya berupa kasih saying, maka keadaan yang demikian itu tidak terlalu membuatnya menderita.
Ketiga:
Ibu adalah sumber kehidupan.ketika kita di dalam janin. Lewat plasenta secara naluri ibu mentransfer zat makanan ke tubuh kita. Bayi di dalam kandungan bergantung kepada ibu. Ketika ibu stress, maka janin terpengaruh. Ketika ibu kesehatannya menurun dan kekurangan gizi, keadaan janinpun ikut tidak sehat.
Tiada ibu maka tiada pula kita, meskipun bapak juga sangat berperan terhadap keberadaan kita. Namun ibulah yang mengandung dan melahirkan.
Keempat:
Ibu adalah orang pertama yang mengenalkan dunia. Tidak terbayangkan, seandainya begitu kita lahir ke dunia kemudian di buang ke hutan dan dipelihara orang utan. Tentu kita tidak akan menjadi manusia beradab. Tetapi karena kita dipelihara ibu, maka kita dapat mengenal dunia dan menjadi manusia beradab.
Ibu adalah orang pertama yang mengenalkan dunia kepada kita ia dalah guru pertama. Dengan sabar ia mengajari kita mengenal hitam, putuh, kuning dan merah. Dengan telatren ia mengajari kita untuk tersenyum dan berbicara. Dari sentuhannya yang lembut dan dingin dia membimbing kita sehingga bisa berangkat dan berjalan.
Oleh karena itu marilah saudaraku, selagi masih ada waktu kita muliakan Ibu dan Bapak kita, bahagiakan selalu mereka, jangan sampai kita meneteskan kedua matanya dengan air mata karena perbuatan kita atau kedurhakaan kita.





Radiasi Ponsel Bisa Berujung Kanker Otak - Badan Kesehatan Dunia WHO baru-baru ini mengingatkan bahaya radiasi dari ponsel yang diklasifikasikan sebagai "sangat mungkin berisiko kanker". Badan ini sebelumnya telah melakukan peninjauan dari efek gelombang elektromagnetik terhadap kesehatan manusia.

Deklarasi tersebut didasarkan pada bukti dalam penelitian atas mereka yang menggunakan ponsel secara intensif. Diketahui, intensitas tinggi pemakaian ponsel mengakibatkan peningkatan risiko glioma, sebuah bentuk kanker otak ganas.

Kesimpulan yang diambil International Agency for Research on Cancer (IARC), badan di bawah WHO, berlaku untuk radiasi elektromagnetik frekuensi radio pada umumnya, meskipun sebagian besar penelitian di daerah ini berpusat pada telepon selular.

Temuan adalah puncak dari pertemuan IARC yang diikuti 31 ilmuwan dari 14 negara untuk mengkaji ratusan hasil penelitian sebelumnya yang telah dipublikasi tentang risiko kanker yang ditimbulkan oleh medan elektromagnetik. 

Jonathan Samet, seorang ilmuwan di University of Southern California, yang memimpin grup itu menyatakan, "Mungkin ada beberapa risiko, dan oleh karena itu kita harus tetap mencermati hubungan antara ponsel dan kanker."

Dalam menunjuk bidang frekuensi radio sebagai "mungkin karsinogenik", WHO telah menempatkan mereka setara dengan sekitar 240 agen lain yang merugikan, termasuk medan magnet tingkat rendah, bedak, dan bekerja sebagai dry cleaner.
Laporan tersebut tidak menemukan mekanisme yang jelas bagi gelombang menyebabkan tumor otak. Radiasi dari ponsel terlalu lemah untuk menyebabkan kanker dengan memecah DNA, yang menyebabkan para ilmuwan mencari faktor penyebab lain.

"Kami menemukan beberapa benang merah yang memberitahu kita bagaimana kanker dapat terjadi tetapi ada kesenjangan dan ketidakpastian," kata Samet.
Christopher Liar, Direktur IARC, mengatakan bahwa dalam melihat implikasi potensial untuk kesehatan masyarakat, harus ada penelitian lebih lanjut tentang jangka panjang penggunaan ponsel. "Menunggu ketersediaan informasi tersebut, penting untuk mengambil langkah-langkah pragmatis untuk mengurangi eksposur seperti perangkat hands-free atau SMS," katanya.




Langkanya Kejujuran Dalam Pendidikan - Kejujuran tengah hangat diperbincangkan saat ini. Sifat yang sangat diharapkan dan diteladani untuk menjalani kehidupan. Tapi siapa sangka sifat ini menjadi sebuah barang langka dan bila dia muncul dengan tiba-tiba akan mencuat bagai banjir yang ingin menghanyutkan segalanya, banyak orang takut, menghindari, membenci, dan mengecamnya. Tapi bukankah kita tahu dan memahami bahwa itu semua karena ulah manusia sendiri, Sang Pencipta sudah memberikan sumber daya alam yang begitu melimpah, alam yang indah dan mempesona, bahkan apapun yang kita butuhkan sandang, pangan, papan, dan obat sekalipun telah tersedia. Tapi apa yang dilakukan oleh insan penuh khilaf kita hanya bisa menikmati tanpa melihat akibat yang akan timbul dari itu semua. Bukankah banjir yang kita kecam itu semua ulah sosok tak bertanggung jawab.


Banjir itu bagaikan ancaman keamanan bagi pihak-pihak yang mendukung “mencontek massal” yang tengah aktual saat ini. Seorang anak karena kejujurannya telah menjadi korban masyarakat tak beradab. Sebuahkejujuran dari seorang anak yang ingin mengikuti suara hati, tidak mengikuti instruksi untuk memberikan contekan kepada teman-temannya. Dan hal ini dilaporkan orangtuanya kepada pihak yang berwajib. Tapi apa yang mereka dapat dari lingkungan sekitar ia dan keluarganya ocehan, makian, omelan bahkan pengusiran tempat tinggal. Sungguh ini adalah kenyataan yang tak dapat dipercaya sebuah kejujuran yang mendatangkan bencana.
Mungkin itu hanya salah satu contoh yang terungkap, berapa banyak lagi fakta-fakta yang serupa tapi tak terekspos dalam media. Mencontek massal yang dilakukan banyak sekolah sebenarnya tidak luput dari sebuah kasih sayang dan kepedulian seorang guru kepada buah hatinya di sekolah yaitu murid-murid tercinta.
Mereka melakukan itu karena mengetahui akan kemampuan buah hati sehingga mengambil jalan yang tak patut dicontoh. Sikap yang sangat dihindari dan dijauhi oleh kalangan para pendidik yaitu mencontek karena ini sama saja pembohongan kemampuan anak yang akan berakibat kurang baik terhadap keberhasilan anak dalam mencapai kesuksesan dengan kemurnian potensinya. Tetapi aplikasi dari kasih sayang ini tidak dapat dibenarkan karena telah membohongi banyak kalangan. Mau jadi apa bangsa ini bila kelahiran bangsanya berawal daripendidikan mencontek. Mengawali kesuksesan dengan pencurian, pencurian yang dilakukan tanpa merasa berdosa karena dilakukan banyak orang dan diinstruksikan oleh orang yang biasa mereka teladani sehari-harinya.
Melihat semua ini kita tidak bisa menyalahkan generasi penerus bila mereka tak bertanggung jawab dengan kesuksesannya karena generasi sekaranglah yang merancang semua itu.
Akan jadi apa pendidikan di Indonesia bila semua ini dibiarkan, apakah cukup hanya dengan membicarakan tanpa aksi yang nyata. Sungguh kesuksesan adalah harapan yang didambakan semua orang tapi hal ini akan terwujud dengan baik bila diawali dengan yang baik pula. Kejujuranadalah tingkat kecerdasan emosi seseorang. Orang yang memiliki kecerdasan intelektual tinggi belum tentu memiliki kecerdasan emosi yang tinggi pula. Ini terbukti dengan para wakil rakyat yang memiliki intelektual tinggi tetapi tidak diikuti dengan emosi yang cerdas sehingga banyak orang yang tak bisa mengendalikan kecerdasannya.
Lalu apa yang harus kita lakukan dengan pendidikan di Indonesia? “Membudayakan mencontekkah dengan harapan kesuksesan yang cepat atau membudayakan kejujuran meraih kesuksesan melalui sebuah proses dengan harapan generasi yang jujur dan berpotensi tinggi???





PERKARA-PERAKA YANG WAJIB DIJAUHI OLEH ORANG YANG BERPUASA - Sama-samalah kita untuk mentaati Rabb Jalla Sya'nuhu dengan sedaya upaya. Maka, dengan itu perlulah kita memahami bahawa yang dinamakan orang yang berpuasa adalah mereka yang berusaha bersungguh-sunguh dalam menjaga seluruh anggota badannya dari dosa, dan menjaga lisannya dari perkataan dusta, kotor, dan keji, menahan perutnya dari makan dan minum, dan memelihara kemaluannya dari perbuatan yang keji. Jika berbicara dia berbicara dengan perkataan yang tidak merosakan puasanya, hingga menjadilah perkataannya dan perbuatannya itu hanya yang baik-baik dan amalannya adlaah amalan-amalan yang soleh.



Inilah ciri-ciri puasa yang disyari'atkan oleh Allah dan bukanlah hanya sekadar tidak makan dan minum serta tidak menunaikan syahwat. Puasa adalah dengan berpuasanya anggota badan dari dosa, puasanya perut dari makan dan minum, sebagaimana halnya makan dan minum merosak puasa, demikian pula perbuatan dosa berupaya merosakkan pahalanya, merosak buah puasa sehingga menjadikan dia seperti orang yang tidak berpuasa.
Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam telah menganjurkan seorang muslim yang puasa untuk behias dengan akhlak yang mulia dan soleh, menjauhi perbuatan keji, hina dan kasar. Perkara-perkara yang buruk ini walaupun seorang muslim diperintahkan untuk menjauhinya setiap hari, namun larangannya lebih ditekankan lagi ketika sedang menunaikan puasa yang wajib.
Seseorang muslim yang berpuasa, dia wajib menjauhi amalan yang boleh merosakkan puasanya tersebut, sehingga bermanfaatlah puasanya dan tercapailah ketaqwaan yang Allah sebutkan (yang ertinya): “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas orang-orang sebelum kalian.” (Surah al-Baqarah, 2: 183). Kerana puasa adalah pengantar kepada ketaqwaan, puasa menahan jiwa dari banyak perbuatan maksiat, berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wasallam (yang ertinya): “Puasa adalah perisai”, dan perkara ini telah pun dijelaskan dalam bab keutamaan berpuasa.
Beginilah adanya di mana amalan-amalan buruk yang harus kita sama-sama ketahui agar mampu kita menjauhinya dan tidak terjatuh ke dalamnya. Bagi Allah lah untaian syair:
“Aku mengenal kejahatan bukan untuk berbuat jahat,
Tapi untuk menjauhinya...
Dan barangsiapa yang tidak tahu membezakan kebaikan dari keburukkan,
Maka akan terjatuhlah ke dalamnya...”
1.    Perkataan palsu (Qauluz Zuur)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda (yang ertinya): “Barangsiapa yang tidak meninggalkan qauluz zuur (perkataan dusta) dan pengamalkannya, Allah tidak memerlukan orang tersebut untuk meninggalkan makanan dan minumannya.” (Hadis Riwayat al-Bukhari (4/99))
2.    Berkata/berbuat sia-sia dan kotor
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda (yang ertinya): “Puasa bukanlah dari makan dan minum (semata), tetapi puasa itu menahan diri dari perkataan-perkataan yang tidak bermanfaat dan perkataan-perkataan yang kotor. Oleh kerana itu, jika ada orang yang mencelamu, katakanlah: “Aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa”.” (Hadis Riwayat Ibnu Khuzaimah (1996), al-Hakim (1/430-431). Sanadnya sahih)
Oleh kerana itu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam mengancam dengan ancaman yang keras kepada orang-orang yang melakukan sifat-sifat tercela ini.
Beliau pernah bersabda (yang ertinya): “Ramai orang yang berpuasa, namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga (dari puasanya).” (Hadis Riwayat Ibnu Majah (1/539), ad-Darimi (2/221), ). Ahmad (2/441, 373), al-Baihaqi (4/270) dari jalan Said al-Maqbari dari Abu Hurairah. Sanadnya sahih)
Dan antara punca terjadinya perkara sedemikian adalah kerana ramai di antara mereka yang berpuasa gagal memahami hakikat berpuasa yang sebenar, sehingga Allah memberikan keputusan atas perbuatan tersebut dengan tidak memberikan pahala kepadanya. (Lihat: Kitab Riyadhush Shalihin (1215)).
Oleh sebab itulah Ahlul Ilmi dari generasi salafus soleh membezakan di antara larangan untuk makna yang dikhususkan pada ibadah sehingga membatalkannya dengan larangan yang tidak dikhususkan pada ibadah sehingga tidak membatalkannya. (Rujuk: Jami' al-‘Ulum wa al-Hikam (hal. 58) oleh Ibnu Rajab al-Hanbali)